Ringkasan Tingkatan Jabatan dalam Perusahaan yang Paling Umum Diterapkan

Untuk sebuah perusahaan yang berstatus PT atau perseroan terbatas, pemisahan pun dilakukan antara pengelola dan pemilik. Pemilik merupakan pihak-pihak yang memiliki perusahaan lewat jumlah saham atau modal yang mereka tanam, dan mereka akan menyerahkan tugas terkait dengan pengelolaan perusahaan kepada direksi, lewat komisaris yang memimpin jajaran direksi.

Dewan direksi terdiri atas profesional yang kemudian disebut direktur, dan terbagi ke dalam beberapa bidang, seperti direksi keuangan, personalia, pemasaran, operasional, dan sebagainya. Kemudian, masing-masing direktur membawahi manajer, yang berhubungan langsung dengan staf atau tim anggota divisi yang dikepalai.

Perbedaan dalam tingkatan jabatan dalam perusahaan ini dapat terjadi, karena struktur atau tingkatan jabatan dirancang sepenuhnya sesuai dengan kebutuhan, karakteristik, lingkungan perusahaan, dan berbagai faktor lainnya. Yang jelas, seperti apa struktur organisasi sebuah perusahaan dirancang sepenuhnya untuk menjalankan usaha secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuannya, yaitu mendapatkan laba.

Berikut ini rangkuman ringkas tentang tingkatan jabatan dalam perusahaan yang paling umum digunakan.

Dewan Direksi dan Direksi

Level jabatan ini diisi oleh para profesional yang mendapatkan limpahan tugas langsung dari para pemilik saham lewat RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) untuk menjalankan perusahaan. Tugas direksi umumnya berkaitan dengan perumusan tujuan, sasaran, visi, dan misi perusahaan secara keseluruhan. Kinerja direksi dipertanggungjawabkan langsung di hadapan para pemilik saham. Dan di dalam PT yang sudah listing di bursa saham, umumnya tidak boleh ada pemilik saham yang menjadi anggota dewan direksi untuk menghindari konflik kepentingan.

Di dunia barat, dewan direksi diisi oleh para direktur dengan jabatan yang barangkali sudah sangat familiar di telinga Anda; CEO (direktur utama), CFO (direktur keuangan), COO (direktur operasional), dan sebagainya. Masing-masing direksi ini lebih spesifik pada bidang-bidang tertentu. Dari tujuan, sasaran, visi, dan misi perusahaan yang telah ditetapkan, masing-masing direktur merancang tujuan, sasaran, visi, dan misi yang lebih spesifik di bidang mereka masing-masing, tapi tetap sejalan dengan yang dimiliki perusahaan. Dan di sini, rincian tugas dan wewenang sudah lebih spesifik juga.

Manajer

Jabatan yang satu ini ada di bawah direksi dan lebih banyak terlibat di dalam operasional perusahaan sehari-hari. Dengan begitu, jika pengambilan keputusan yang diambil oleh dewan direksi lebih mengarah pada kebijakan, para manajer mengambil keputusan yang bersifat lebih teknis. Tentunya, manajer menjalankan tugas sesuai dengan penjabaran tugas yang telah ditetapkan oleh direksi, dan harus mampu menjalankan tugasnya sesuai dengan tujuan, sasaran, visi, dan misi perusahaan secara keseluruhan.

Posisi manajer pun diisi oleh beberapa individu yang berpengalaman dan profesional, dan lebih spesifik, terutama untuk perusahaan yang sudah besar sehingga membutuhkan pemisahan tugas yang lebih rinci. Misalnya, ada manajer keuangan yang spesifik mengelola utang, dan ada spesifik mengelola piutang agar tidak ada kebingungan dalam pelaksanaan tugas.

Staf

Staf adalah sekumpulan individu yang tingkatan jabatannya ada di bawah level manajer. Posisi ini jauh lebih teknis karena bertanggung jawab untuk menjaga kelangsungan aktivitas perusahaan dari hari ke hari. Dalam level jabatan ini, bisa jadi ada pembagian tim atau departemen yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan sehingga mendorong adanya berbagai jabatan manajer pula, seperti yang sudah disinggung sekilas sebelumnya. Bisa jadi terdapat pula pembagian tim berdasarkan proyek yang sedang berlangsung di dalam perusahaan, meskipun tim tersebut bersifat sementara alias tidak permanen.

WhatsApp Support Chat