Diasuh Oleh:

Sutomo Asngadi, S.S., M.M.
(Consultant/Executive Trainer Strategic Supply Chain, Logistics, Export Import dan Procurement Management)

Beberapa waktu kita pernah mendengar membaca dan melihat berita tentang produk yang tidak ber SNI seperti berikut ini. Kejaksaan Negeri (Kejari) Karanganyar, Jawa Tengah memusnahkan sekitar 116 televisi rakitan yang disita dari salah seorang warga Muhammad Kusrin, Senin (11/1/2016). Kusrin yang hanya seorang lulusan SD itu memiliki kemampuan merakit televisi dari barang-barang bekas komputer yang sudah tidak terpakai. Dari kemampuannya tersebut itulah, Kusrin menjual barangnya dengan harga setiap unit televisinya dengan harga murah. Akibat tidak punya sertifikat SNI akhirnya barang Kusrin disita oleh Kejaksaan Negeri Karang Anyar.

Sebenarnya bagaimanakah proses untuk mengurus SNI itu?

Berikut Langkah-langkah Mengurus SNI

  1. Mengisi Formulir Permohonan SPPT SNI.

Pengisian Formulir ditujukan kepada lembaga Surveyer yang telah diakreditasi oleh Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu (LSSM) yang diakreditasi Komite Akreditasi Nasional (KAN). Jika produk anda berupa produk impor, maka perlu dilengkapi sertifikat dari LSSM Negara asal dan pengakuan dengan KAN.

  1. Verifikasi Permohonan.

Verifikasi yang dilakukan oleh LSSM untuk SPPT SNI tentu membutuhkan berbagai persyaratan meliputi area lokasi, proses audit dan biaya yang harus di bayar oleh pemohon SPPT SNI.

  1. Audit Sistem Manajemen Mutu Produsen

Audit ini meliputi Audit tinjauan dokumen yang memeriksa kelengkapan dokumen sistem manajemen mutu produsen terhadap persyaratan SPPT SNI.

  1. Pengujian Sampel Produk

Tim asesor mengambil sampel uji laboratorium dan mengecek segala dokumen yang berkaitan dengan sistem manajemen mutu di laboratoruim penguji.

  1. Penilaian Sampel Produk

Bila pengujian tidak memenuhi persyaratan SNI, pemohon harus melakukan pengujian ulang. Dan jika hasil pengujian ulang tidak sesuai maka permohonan akan ditolak.

  1. Keputusan Sertifikasi

Apabila sampel produk sesuai, evaluasi  produk memenuhi syarat  maka LSSM akan akan menerbitkan SPPT -SNI8.

  1. Biaya pengurusan SNI

Biaya SNI meliputi berbagai jenis biaya yaitu biaya permohonan, jasa asesor untuk audit kecukupan, jasa asesor untuk audit kesesuaian, biaya proses sertifikasi, biaya pemeliharaan sertifikasi, dan biaya sertifikat untuk pemohon baru.

 

Steps to SNI (Indonesia National Standardization) Process:

  1. Complete the Application Form SPPT.

Filling out the Form addressed to agency surveyor accredited by the Quality System Certification Institute accredited by the National Accreditation Committee (KAN). For Import product, it is necessary to include a certificate from the country of origin and recognized by National Accreditation Committee (KAN).

  1. Verification Request.

Verification conducted by agency surveyor to SPPT necessarily require varying requirements covering the location area, the audit process and the fees to be paid by the applicant SNI Marking Product Certification.

  1. Audit Quality Management System Manufacturer

This audit includes the audit review of documents that examine the documents of the quality management system against the requirements SPPT manufacturer.

  1. Testing Product Samples

Assessor team took samples of laboratory tests and checking all documents related to the quality management system in laboratory testers.

  1. Rating Product Samples

If the test does not meet the requirements of SNI, the applicant must retest. And if the test results do not match then the application will be rejected.

  1. Decision on certification

If the appropriate product samples, product evaluation qualifies the LSSM will be published SPPT -SNI8.

  1. SNI Handling Costs

SNI fees include various types of fees, namely application fees, assessor services for adequacy audits, assessor services for conformity audits, certification process costs, certification maintenance costs, and certificate fees for new applicants.

 

Untuk mempertajam pengetahuian mengenai strategi Strategic Supply Chain, Logistics, Export Import dan Procurement Management, karyawan dapat diikutkan pelatihan karyawan atau seminar online melalui lembaga training yang menyediakan jasa pelatihan supply chain untuk mendukung kinerjanya dalam perusahaan.

 Salah satu lembaga training yang dapat Anda hubungi adalah Markshare. Markshare memberikan jasa pelatihan bagi setiap karyawan perusahaan yang memerlukannya seperti Online Training Karyawan dan Pelatihan tatap muka. Silakan hubungi kami untuk berkonsultasi mengenai kebutuhan Anda dalam mengelola perusahaan lebih baik lagi.

WhatsApp Support Chat