Perusahaan dengan karyawan yang kompeten dan loyal, mempunyai kemungkinan besar jika perusahaan tersebut memiliki kemajuan yang pesat pada bisnisnya. Tetapi apa jadinya ketika sebuah perusahaan memiliki turnover tinggi atau proses keluar masuk karyawan yang cukup tinggi? Banyak faktor yang menyebabkan turnover karyawan tinggi seperti misalnya proses rekrutmen yang salah, kurang adanya kesempatan untuk bertumbuh bagi karyawan, manajemen yang buruk, banyak pekerjaan lembur yang menyebabkan karyawan tidak hidup dengan seimbang, dan sebagainya. Masih banyak hal yang membuat karyawan memutuskan keluar dari perusahaan tertentu. Tentu ini menjadi tugas bagi seorang HRD untuk menekan turnover di perusahaannya.

Maka ada 5 hal yang dapat dilakukan oleh perusahaan atau tim HRD untuk menurunkan atau meminimalisir angka grafik turnover, diantaranya :

 

1. Sistem rekrutmen yang jelas dari awal hingga akhir
      Tim HRD dapat menyiapkan sistem rekrutmen yang cukup jelas bagi calon karyawan dengan detail pekerjaan untuk kedepannya. Calon karyawan yang melamar diharapkan akan mengerti tugasnya dan dapat menggambarkan tantangannya kedepan. Dengan begitu karyawan yang akan masuk tidak terkejut dengan pekerjaan yang didapatkan nantinya. Mereka juga dapat beradaptasi dengan budaya organisasi di dalam perusahaan
2. Berikan ruang bagi karyawan untuk eksplor skill
      Karyawan memerlukan waktu di luar pekerjaan untuk belajar dan mengembangkan skillnya. Kesempatan untuk mengembangkan diri dapat diberikan oleh perusahaan dengan cara memberikan pelatihan dan pengembangan SDM dengan cara pelatihan online atau bahkan acara outbound bagi karyawan. Program-program semacam ini mempunyai tujuan untuk meningkatkan skill dan juga memberikan wadah karyawan untuk semakin dapat bekerjasama dalam hal pekerjaan.
3. Evaluasi pekerjaan
      Perusahaan pasti mempunyai banyak tim atau divisi untuk mengerjakan pekerjaan bisnisnya. Namun, pasti ada saja cara bekerja dalam satu tim yang mungkin dirasa kurang cocok dengan tim lainnya, atau bahkan bersifat individual. Hal ini menjadi salah satu alasan keluar masuk karyawan tinggi karena mereka tidak cocok dengan kinerja tim lain. Untuk menghindari hal semacam ini, dapat dilakukan training online tentang team building atau leadership yang dapat memberikan wawasan bagi karyawan untuk semakin dapat bekerja produktif dalam tim.
4. Jam kerja yang tidak mengganggu kehidupan karyawan
      Adanya tugas luar kota atau tugas yang mengharuskan karyawan lembur adalah hal wajar. Namun jika itu dilakukan terus menerus tanpa memberikan hari libur bagi karyawan, maka dapat menyebabkan keinginan karyawan keluar dari perusahaan semakin tinggi. Karyawan memerlukan hidup seimbang antara pekerjaan dan menikmati hasil kerjanya.
5. Kesempatan karyawan untuk beropini
      Siapa yang tidak suka diberikan kesempatan untuk beropini, apalagi didalam perusahaan yang merupakan tempat bagi karyawan bertumbuh. Mereka akan senang jika dapat memberikan pemikirannya agar bisnis perusahaan lebih maju dan tentunya opini tersebut dihargai.

 


Artikel Lainnya

Langkah Mudah Analisis Laporan Keuangan dan Berbagai Metodenya

Analisis laporan keuangan sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut bertujuan supaya data...

COMPENSATION dan BENEFITS

COMPENSATION dan BENEFITS Merancang Struktur & Skala Upah dan sistem Kompensasi Efektif...
WhatsApp Support Chat