Pandemi covid-19 menjadi salah satu isu di dunia kerja yang berpengaruh pada employee wellbeing. Tak sedikit perusahaan tidak menyadari hal ini dan berpengaruh pada bisnisnya. Padahal saat pandemi ini berlangsung, tidak hanya memikirkan bagaimana bisnis dapat terus berjalan tetapi juga memperhatikan kesehatan karyawannya baik dari segi psikologis dan jasmani. Employee wellbeing ini merupakan salah satu bentuk strategi dalam memberikan penghargaan kepada karyawan karena telah berkontribusi dalam pekerjaan. Employee wellbeing merupakan proses memahami kondisi karyawan dalam perspektif holistik kesehatan fisik, kognisi, mental serta lingkungan kerja. Maka dari itu terdapat lima pilar employee wellbeing yang harus diketahui perusahaan yakni fisik, mental, sosial, keuangan, dan rekreasi.

 

1. Physical wellbeing
      Kesehatan fisik menjadi yang utama juga dalam bekerja. Olahraga rutin, konsumsi makanan gizi seimbang, mengelola stress, istirahat cukup, dan menghindari alkohol serta rokok menjadi alternatif yang dapat dilakukan oleh karyawan. Dalam hal ini perusahaan dapat menyediakan fasilitas untuk kesehatan fisik seperti alat kebugaran, senam, yoga, bootcamp, menyediakan paket makan siang yang lengkap dan bergizi, memberikan vaksin, hingga melakukan medical check up setahun sekali. Namun selama WFH di kondisi saat ini, perusahaan dapat menyediakan vitamin yang dikirimkan ke rumah karyawan untuk dapat dikonsumsinya selama memulai pekerjaan.
2. Mental wellbeing
      Kondisi mental juga menjadi fokus utama bagi karyawan dalam bekerja. Kesehatan mental merupakan komponen kunci kesejahteraan karyawan. Keterbukaan untuk membicarakan kesehatan mental juga menjadi alternatif cara yang dapat dilakukan untuk menguranginya. Kecemasan, rasa marah, sedih dan depresi sering ditemukan saat bekerja. Perusahaan bisa memberikan program mental wellbeing berupa layanan psikologi, waktu kerja yang fleksibel, mengadakan mindfulness workshop, pelatihan karyawan untuk mengelola stress, dan memberikan kesempatan cuti. Dengan begitu karyawan akan merasa di apresiasi dan bahagia saat bekerja.
3. Financial wellbeing
      Financial menjadi pilar untuk kesejahteraan karyawan untuk tetap dapat bertahan hidup. Oleh karena itu financial wellbeing juga perlu diperhatikan oleh perusahaan dengan memberikan asuransi jiwa, mengadakan pengembangan dan pelatihan SDM mengenai pengelolaan keuangan secara rutin, menawarkan program pensiun dini, atau training online untuk persiapan pensiun.
4. Social wellbeing
      Social wellbeing menjadi perhatian di kondisi saat pandemi ini, dimana karyawan yang hidup sendiri jauh dari keluarga harus bertahan dengan keadaan yang ada. Perusahaan dapat memberikan treatment ke karyawan dengan apresiasi atas hasil kerjanya, merayakan keberhasilan dengan pesta jarak jauh seperti mengirimkan kue dan sebagainya.
5. Leisure wellbeing
      Leisure atau lifestyle wellbeing lebih kepada kegiatan rekreasi dan aktivitas yang menyenangkan bagi karyawan. Perusahaan dapat memberikan ruang bagi karyawan untuk menyalurkan hobi sepeda atau membentuk komunitas action figure sesuai hobi karyawan.

 



Artikel Lainnya

Langkah Mudah Analisis Laporan Keuangan dan Berbagai Metodenya

Analisis laporan keuangan sangat penting untuk dilakukan. Hal tersebut bertujuan supaya data...

COMPENSATION dan BENEFITS

COMPENSATION dan BENEFITS Merancang Struktur & Skala Upah dan sistem Kompensasi Efektif...
WhatsApp Support Chat